Thursday, June 21, 2012

Tinggal Kenangan

Dulu, kau selalu mengejarku. Seolah2 aku adalah barang yang sangat berharga, seperti mutiara. Kini, jangankan untuk melihatku, untuk melihat pesan yang kukirim pada akun jejaring sosial facebookmu saja kau tak sudi. Seolah2 aku adalah barang yang sangat tidak berharga, seperti sampah.Dan kini, kau hanya tinggal kenangan. Karna aku selalu mengenangmu. Aku ingin semua ini berakhir. Tapi, entah sampai kapan aku bisa berhenti mengenangmu.
Share:

0 komentar:

Post a Comment