Dulu, kau selalu mengejarku. Seolah2 aku
adalah barang yang sangat berharga, seperti mutiara. Kini, jangankan untuk
melihatku, untuk melihat pesan yang kukirim pada akun jejaring sosial
facebookmu saja kau tak sudi. Seolah2 aku adalah barang yang sangat tidak
berharga, seperti sampah.Dan kini, kau hanya tinggal kenangan. Karna aku selalu
mengenangmu. Aku ingin semua ini berakhir. Tapi, entah sampai kapan aku bisa
berhenti mengenangmu.
0 komentar:
Post a Comment